oleh

Listrik Ampuh, Mari Kita Menjaga dan Memelihara Janda

Gobaririnews.com – Yunda Surya, itulah panggilan ku kepadanya. Nama lengkapnya Suryani. Keturunan H. Arsyad Bonto – Ampu. Aku ingat pelukannya saat ku datangi rumahnya yang dipasang listrik gratis. Dulu, kami sering bertemu disawah Barora tebal, karena berdampingan dengan ladang saya.

Suami Yunda Surya sudah almarhum. Hidup menjanda bersama anak-anaknya. Ada keponakannya, anak dari saudaranya: Moksen, bernama Deni Hermansyah. Kerap bertemu saya dirumah dan berdiskusi.

Kehidupan Suryani sangat terbatas. Rumah batu yang dibangunnya tak bisa diselesaikan sejak suaminya pergi duluan meninggalkannya: memenuhi panggilan Allah. Sejak itu, Suryani terseok-seok dalam keterbatasan mendapat tambahan biaya hidup. Sekedar saja bekerja, karena Suryani sudah banyak yang merasa badannya sakit-sakit. Kekuatan Suryani mendidik anak-anaknya sungguh luar biasa.

Program listrik gratis dari Rusdianto Center menyuplai kekuatan semangat Yunda Surya. Aku amati dan melihat gerak geriknya yang semangat. Sementara Deni Hermansyah, keponakannya tidak pernah bercerita tentang perubahan atas semangatnya.

Pada umumnya, rakyat mengeluh atas sikap ketidakpedulian pemimpinnya atas berbagai persoalan: mulai dari kemiskinan, legalitas, ekonomi, situasi daerah hingga terganggunya mata pencaharian para masyarakat.

Masalah itu sudah muncul sejak lama, belum ada upaya pemerintah untuk mengurainya. Tanggungjawab pemimpin belum muncul sebagai pembebas dari miskin struktural yang dialami rakyatnya.

Sala satu contohnya: Yunda Surya, yang berasal dari petani. Hidup untuk bahagia saja sangat susah. Tekanan besar ekonomi membuatnya kadang berpengaruh pada psikologisnya.

Hal seperti ini, kita butuh cinta untuk menjaga dan memelihara para janda seperti: Yunda Surya. Tujuannya tentu menjalankan nasehat dan perintah Allah, sehingga kesejahteraan mereka terjamin dan tidak bersusah payah mencari nafkah.

Hikmah dari pemasangan Listrik Gratis dari Rusdianto Center telah menciptakan situasi yang berbeda atas pandangan status struktur sosial yang ada. Artinya, rakyat merasakan kesamaan derajat dan kebahagiaan atas listrik yang mereka dapatkan.

Karena pada prinsipnya, ada yang menjadi pemimpin dan yang dipimpin. Ada yang ditakdirkan kaya, ada pula yang miskin. Bahkan ada yang menjadi budak sahaya dan ada yang merdeka. Semuanya dijadikan sebagai ujian dalam hidup.

Sebagaimana Allah nasehatkan kepada manusia: “Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain, maukah kamu bersabar? Dan adalah Rabb kalian Maha Melihat.” (Al-Furqan: 20)

Pada ayat yang lain, Allah juga katakan: “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Az-Zukhruf: 32)

Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak bisa lepas dari ketergantungan dengan orang lain. Maka, Yunda Suryani yang selama ini sebagai janda harus mendapat santunan apapun bentuknya dari negara, pribadi perseorangan hingga pemimpin harus tanggubgjawab sosial kemanusiaannya.

Pemerintah tidak akan bisa mewujudkan berbagai program secara sempurna bila tidak mendapat dukungan dari rakyat. Oleh karenanya, jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, antara pemerintah dengan rakyatnya, sudah semestinya dikubur. Dengan ini akan terwujud kehidupan yang dinamis, di mana masing-masing tahu peranannya agar tercapai kemaslahatan bersama.

Mengapa harus menjaga dan memelihara Janda itu perlu bahkan kewajiban setiap orang?. Karena membiarkan janda hidup miskin tampa ada kepedulian adalah kezaliman. Karena sesungguhnya, kezaliman itu ada dalam bentuk apapun dan terhadap siapapun. Walaupun manusia pada faktanya mengerti bahwa kezaliman itu kejahatan kemanusiaan atas diri mereka sendiri dan pemerintah.

Berbuat zalim kepada siapapun akan membawa petaka yang tiada hentinya. Terlebih bila yang dizalimi adalah orang-orang lemah, seperti wanita, anak-anak, janda, orang-orang miskin, rakyat jelata, dan semisalnya. Ketidakberdayaan mereka tidak bisa dianggap remeh, karena Islam telah menjamin hak mereka. Jangan sampai ada orang yang berpikir ingin menzalimi mereka.

Sudah tentu Yunda Surya sebagai wanita yang ditinggal mati suaminya pada umumnya sangat membutuhkan uluran tangan orang lain. Masuknya Listrik Gratis dari Rusdianto Center menjadi pembebas beban kehidupannya yang semakin hari semakin bertambah kebutuhannya.

Demikian pula orang miskin yang tidak mempunyai sesuatu untuk mencukupi kebutuhan dirinya beserta anak dan istrinya. Orang miskin terkadang mempunyai pekerjaan dan penghasilan, namun hasilnya belum bisa mencukupi kebutuhan pokoknya.

Suatu kondisi yang juga memprihatinkan, yang dibutuhkan pemecahan sesegera mungkin. Nabi bersabda: “Orang yang bekerja untuk (mencukupi) para janda dan orang miskin seperti seseorang yang berjuang di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Keampuhan listrik gratis dari Rusdianto Center mengubah paradigma dan semangat Yunda Surya, bahwa beban yang ditanggungnya mengurang dan bisa memikirkan aspek kebutuhan lainnya. Kita sebenarnya ditakdirkan untuk saling mencintai, memperhatikan satu sama lainnya dan mengurai masalah masyarakat yang muncul, tanpa pamrih. Ampuhnya listrik Gratis Rusdianto Center.

Penulis : Rusdianto Samawa, Direktur Eksekutif Global Base Review (GBR)

Komentar

News Feed