oleh

Hewan Ternak Berkeliaran, Kades Kemuning Terbitkan Perdes Penertiban


Kepala Desa Kemuning Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat menyikapi keluhan warganya yang resah dengan keberadaan hewan ternak yang berkeliaran bebas tidak terurus pemiliknya. 

Beberapa waktu yang lalu kepala desa  menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) tentang penertiban hewan ternak melalui Kebijakan yang di padukan dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat yang telah mengesahkan Peraturan Daerah untuk melakukan upaya penegakan peraturan no 3 tahun 2015 tentang penertiban ternak.

Pasalnya Perda yang telah berjalan selama ini tidak sepenuhnya berjalankan maksimal. Sebab, sejak di terbitkan perda tersebut, masih saja hewan yang seharusnya di pelihara di biarkan begitu saja dan bebas berkeliaran di mana-mana.

Menyikapi hal tersebut dan atas keluhan warga kepala desa yang baru beberapa bulan menjabat. Erman Maulana, A. Md. Kep menerbitkan Perdes terkait hal itu dan terbilang sukses. 

BACA JUGA:  ResNarkoba Polres Bima Amankan Puluhan Dus Miras Ilegal 

Erman kepada Reporter media ini Rabu, (20/03) mengatakan, perdes tersebut sebagai solusi dari keluhan masyarakat, setelah menggelar musyawarah membahas solusi terbaik atas keluhan tersebut.

“Saya rasa kalau hal itu terus dibiarkan saja tentu dapat membuat perpecahan antar warga kami. Oleh sebab itulah kami menggagas Perdes Ternak itu. Aturannya, seluruh ternak wajib dikandangkan atau dilarang berkeliaran. Sanksinya bagi yang melanggar kita berikan denda,” jelas Kades.

Ditambahkan Kades, selain sebagai solusi dari keluhan masyarakat. Perdes ternak diterapkan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam rangka penertiban ternak liar di permukiman masyarakat yang selama ini masih belum maksimal dijalankan.

“Apalagi program ini sejalan dengan perda tahun 2015 yang selama ini belum di jalankan secara maksimal. Sebelumnya kami melakukan uji coba perdes tersebut selama dua minggu dan selanjutnya kami sahkan bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:  ​RELASI KSB Dorong Generasi Milenial Sumbawa Barat Jadi Pelopor Lalulintas

Dia mengaku, Perdes Tentang Ternak yang dibuat mendapatkan respon positif dari pemerintah desa tetangga setelah melakukan sosialisasi. Dan Kades berharap apa yang dilakukan pihaknya dapat ditiru oleh pihak pemerintah desa lainnya.

Disinggung terkait sanksi yang diberikan kepada warga yang hewan ternaknya tertangkap berkeliaran? Erman mengatakan, sanksi yang diberikan kepada warga yakni membayar denda sebesar Rp 200 ribu rupiah per ekor. Untuk pertama kali melanggar Rp 300 ribu untuk kedua kali dan Rp 400 ribu untuk ketiga kali dan begitu seterusnya jika kedapatan berkeliaran di Desa Kemuning.

“Masyarakat bahkan boleh menangkap jika melihat hewan ternak yang berkeliaran. Dan bayaran atas denda dari pemilik ternak diberikan kepada warga yang menangkap. Itu setelah ada kesepakatan antara pemilik ternak, warga yang menangkap dan pemerintah desa,” imbuhnya.

BACA JUGA:  KLT Demo AMNT

Dikatakan Kades, sejak diterbitkannya Perdes Tentang Penertiban Ternak di desa nya itu, kawasan permukiman warga jadi lebih sedap dipandang. Sedangkan para petani atau warga jadi tidak lagi khawatir tanamannya akan rusak atau dimakan hewan ternak yang dilepasliarkan pemiliknya.

“Dampak positifnya hasil pertanian atau ladang serta tanaman pekarangan warga jadi lebih bagus dan tidak khawatir gagal panen karena tidak ada lagi gangguan dari hewan ternak. Bukan hanya itu, sejak dikandangkan pemeliharaan ternak milik warga lebih teratur. Bahkan kondisi kesehatan ternak milik warga jadi lebih baik,” pungkasnya.

Tidak hanya itu secara bersamaan juga pemdes kemuning menerbitkan perdes tentang kebersihan lingkungan agar warganya tidak membuag sampah sembarangan. (Go-Aw)

News Feed