oleh

Bupati KSB Serahkan Sertifikat Tanah Warga Kecamatan Maluk

Bupati sumbawa barat HW Musyafirin, MM menyerahkan sertifikat kepemilikan atas tanah kepada masyarakat kecamatan maluk pada Kamis (11/4) Hadir dalam acara tersebut Kapolres Sumbawa Barat AKBP Mustofa S. IK., MH, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa Barat I Nyoman Nelson Giri, SH, MH, Dandim 1628 / Sumbawa Barat yang diwakili oleh Kapten Agus dan Camat Maluk.

Kepala kantor pertanahan Kabupaten Sumbawa Barat dalam laporannya disampaikan pada tahun 2019 ini Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa Barat yang semestinya dinsetujui sebanyak 17.500 sertifikat tanah, namun karena terkendala dengan Sumber Daya Manusia, baru dapat terealisasi sebanyak 14.620 sertifikat, sedangkan sisanya masih dalam proses dan sudah siap untuk dilihat.

Dalam acara tersebut dibagikan sebanyak 991 sertifikat yang tersebar di empat desa di antatanya Desa Benete sebanyak 654 sertifikat, Desa Bukit Damai 82 sertifikat, Desa Maluk 214 sertifikat, dan Desa Mantun 41 sertifikat.

BACA JUGA:  Desa Bukit Damai Raih Juara Umum di MTQ ke 15 Kecamatan Maluk.

 

Lebih lanjut Kepala Kantor pertanahan berharap, agar masyarakat menyimpan sertifikat tanahnya dengan baik, jangan sampai hilang karena akan sulit untuk mengembalikannya, untuk lebih amannya sertifikat tersebut difoto copy dan diarsipkan dengan baik.

Sementata itu Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. HW Musyafirin, MM, dalam sambutannya menyampaikan sertifikat tanah yersebuy memiliki banyak manfaat. Salah satunya yang paling pentinh adalah untuk mengurangi masalah sengketa pertanahan, meningkatkan pendapatan asli daerah melalui pajak tanah dan transaksi BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).

Sertifikat kepemilikan tanah tidak hanya menjadi bukti atau kepemilikan yang sah akan akan tetapi dapat menjadi agunan untuk memperoleh kredit usaha melalui perbankan.

BACA JUGA:  Danrem 162/WB Korem Siap Mendukung Percepatan Sergab di NTB 

Tidak hanya itu Bupati juga membeberkan informasi terkait dengan rencana pembangunan smelter yang di rencanakam KSB. Smelter adalah Pemerintah dan masyarakat bukan perusahaan. Pemerintah Pusat juga harus menyetujui hasil penambangan tidak boleh meminta mentah, Harus diolah di Dalam Negeri. Karena jika sudah diolah tentu nilai jualnya akan semakin tinggi.

Bupati juga mengingatkan bahwa Industri Smelter ini juga diincar oleh Daerah lain di Indonesia, Papua, Sulawesi, dan Sulawesi kecuali Kabupaten Sumbawa juga sangat berminat, mereka sudah menyiapkan lahan seluas 500 Ha jika smelter dibangun di Kabupaten Sumbawa.

“Jadi tidak bisa dibantah yang berkepentingan terhadap pembangunan Smelter ini adalah pemerintah daerah bersama rakyat.” Kata bupati.

 

BACA JUGA:  Keren SDN 02 Maluk Sulap Sampah Jadi Indah

“Mari bersama-sama kita berjuang, jika perlu berkorban dibutuhkan smelter itu bisa ada di daerah kita. Manfaatnya akan banyak, Industri pengolahan akan berkelanjutan dan bertahan lama, berbeda dengan industri eksplorasi seperti tambang yang akan menghabiskan sumber daya yang dieksplorasi eksplorasi. Oleh karena itu mari kita sambut era industrialisasi ini dengan baik. ”Kata bupati.

Diakhir sambutannya, Bupati mengingatkan Masyarakat untuk meminta partisipasi dalam pemilihan umum, jangan golput, pergunakan hak suaranya, datang berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara pada tanggal 17 April Mendatang.

Kegiatan tersebuy kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada masyarakat kecamatan maluk oleh staf kantor pertanahan kabupaten sumbawa barat.

Sumber: (Humas & Protokol / Rilis 88 / IV / 2019)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed